RSS Feed

Puisi Kesepian Terlengkap

Posted by Kanjeng AnGga Panseria Label: ,



Sunyi Arasyi

Bunda lupa petik bulan tengah malam
hingga kau kesasar dalam kelam
tak berujung
Belai terabai
buai berlalu usai
meski rangkakmu masih panjang
untuk mengemas bintang
meraupnya jadi lampion-lampion
yang akan terangi titian
namun jika kau lelah
rebahi gumpalan awan
yang selalu cumbui lututmu
maka ketika kau bangkit
kau tak lagi merangkak
tapi berlari mengejar godam
di sunyi arasyi
karena malam tak berujung

====================================================

Berlari


Aku berlari
Membawa muram hati
Pada puisi
Sembilu yang rancu
Terus gamang
mengiris sunyi
Dan kami sibuk
Menampung air mata

===============================================
Petang yang Hilang


petang yang hilang
di sekian hitungan jemari
raut-raut padam menebang
kisah yang berdiri di kala semi
petang yang hilang
semakin lama tinggal bayangan
dilukiskan kembali oleh awan
diwarnakan kembali oleh petang
petang yang hilang
maninggalkan kenangan yan
==============================================
Denting Kegelapan

butiran salju perlahan menipis
lukisan jiwa berubah warna
hembusan angin bersiur merdu
gugusan kala mengukir makna
banyak jejak ditampakkan
ditinggalkan
jauh jalan yang terbentang
kini tak terbuang tak berarti
mulai tipis tersapu debu
bisikan hangat memeluk hidup
waktu kini mengukir
================================================
Hilang

Sungguh takkan sirih menggulung gambir
Segan gambir bertemu kapur
Sejak kau hilang
Terbang hanyut terbawa sampan
Putih kapur pasrah di balik hitam
Tak kuasa berdiri di zaman geram
Sejak kau layu, merunduk malu-malu
Pantang larangmu, karut marut bagiku
Kau tahu? Meski kau begitu
Kembalilah, pulanglah, bangkitlah!
Kau masih bertuah!
===================================================
Ronta Kesepian

tak ada yang tau rupa hati ini
yang sepi melenggang sendiri
berkawan angan dan mimpi-mimpi
bernyanyi bisu merintih sepi
hidup dalam temaram dunia yang kelam
kesepian menjadi samudra di dalam jiwa
dan selama ini topenglah yang berkaca pada dunia
syarat pelengkap kemunafikan segala

==================================================
Nyanyian Sunyi

Ya Robbi, Ya Ilahi
Haruskah aku bermain dengan perasaan ini
Rasa yang sulit kumengerti
Kenapa aku harus memiliki rasa
Hingga aku menjadi tersiksa
Mengapa kau berikan aku mata
hingga aku ingin selalu melihatnya
kenapa kau beriku ucap
namun sulit tukku ungkap
Menuju ruang kosong tak tentu arah
meniti haluan yang tak pasti
=================================================
Roman Terakhir

mengulang waktu mencari kisah
berhenti dalam setiap ruang
menggali kenangan memutar memori
mencari salah berupa resah
berharap luka terhapus noda
tapi luka itu begitu dalam
hingga waktu takkan mungkin berulang
sudahlah akhiri saja reinkarnasi kisahmu
karena waktu memang pasti takkan pernah berulang
dan berakhir sudah kisah ini
takkan kau temui lagi walau berupa prasasti
=================================================
Gedung Putih

Bunga terangkai mekar dan rimbun
Tergambar awan selembut kapas
Bersebati dengan langit biru laut
Terkadang mendung temani waktu
Dan esok……..
Bila matahari hujan terik
Terpancarlah banjir kegerahan
Dan esok……..
Walaupun kemudian nanti bumi kan gersang
Walaupun lusa sungai kan kering
Namun mimpi takkan pernah layu
==============================================
Sepiku dan Sepimu

Malam ini aku kembali terdiam sendiri di sini
Termakan kembali oleh sunyinya malam ini
Dan akupun kembali hanya sendiri dan sendiri
Tak ada kawan di sini kecuali sepi yang menemani
Malam ini sepi kembali melanda dan menyerangku
Mengusik dan mengganggu ketenangan hati dan bathin
Terus mengusik dan mengusik ketenangan
Mengingat kembali pada semua kenangan
Dan mendatangkan rasa kesepian

Dari mana aja

blogger web statistics
Literature W3 Directory - the World Wide Web Directory