RSS Feed

Kepada Gadis Manis Penggesek Violin VII

Posted by Kanjeng AnGga Panseria Label:

Beranjak keremangan subuh,

temaram mentari berbagi dengan kabut pagi.

saat beranda ini masih sepi,

lampu disudut menyala menghabiskan

geliat-geliat malam.



Hening..

terhenti sesaat gerak mengenali diri.

sejenak terasing, pandang kepada hati melambat.

perlahan rona berbalik melekat pada citraan

diri yang seolah dilihat oleh semua tampakan pagi ini;

sebuah diri yang kecil, begitu lusuh

dan sebentuk semangat yang compang-camping.



Pagi telah melihat diriku gamang.

waktu yang beranjak seakan melambat,kemudian

terhenti.

semua yang masih tersisa untuk kurasakan,

luruh mengalun dalam bentang yang luas.

dimana hatiku, gerak pikiran dan

berbagai keangkuhan yang selalu kupelihara.

hilang bentuk, hilang rasa.



Kembali terhenti diri yang luruh mengalun

tersentak waktu yang berdetak kembali.

yang hilang bentuk, hilang rasa

muncul seperti tembok tinggi dan keras

di depan muka, menghantam keras.

seiring kesadaran yang muncul,

namun masih memberikan jarak

sehingga ada sebongkah ingatan untuk bertanya;

dimanakah gadis manis penggesek violin itu?



(Garut/Januari/2011/Katjha)

Dari mana aja

blogger web statistics
Literature W3 Directory - the World Wide Web Directory