RSS Feed

Rumah Cinta

Posted by Kanjeng AnGga Panseria Label: , , , , , ,


Setahun, rumah cinta ini seakan tak berpenghuni. Sapuan angin, hujan, debu dan segenap cerita yang melalui, meninggalkan lapuk, retak dan usang di setiap permukaannya. Warna cerahnya pun memudar, tak kuasa melawan lintasan masa. Rumput-rumput hijau yang dulu tertata rapi, tumbuh liar menghitam, menyemak bersama daun-daun gugur yang hampir lebur. Tak ada lagi percikan kehangatan yang dulu memancar tepat dari jantung rumah cinta ini.

Kemanakah si pemilik rumah pergi?

Dia tak pergi kemanapun. Lihatlah dari jendela ruang samping. Si pemilik rumah cinta terduduk diam di depan tungku yang telah beku. Tubuhnya tampak kusam berdebu. Wajahnya pias membiru. Masih hidupkah dia? Tentu. Perhatikanlah kursi kayu yang menopang tubuh itu, ia berderit seiring tarikan nafas si pemilik rumah satu demi satu.

Lalu, hal apakah yang telah mengubah rumah cinta ini menjadi sedemikian menyedihkan? Badai apakah? Bencana apakah? Bukankah dulu rumah itu tak goyah saat diterjang topan, dihempas tsunami, diguncang gempa bumi? Bukankah dulu si pemilik rumah tak pernah berhenti menanam bunga, meski berkali-kali tertusuk duri atau kadang matahari lupa menyinari?

Apakah gerangan, yang membuat rumah cinta ini, menjadi rumah penuh nafas keputus-asaan?

by. Fanya Ardianto

Dari mana aja

blogger web statistics
Literature W3 Directory - the World Wide Web Directory