RSS Feed

KECEPATAN MERAJUT MASA DEPAN BERSAMA SEPEDA TUA

Posted by Kanjeng AnGga Panseria

KECEPATAN DALAM MERAJUT MASA DEPAN
BERSAMA SEPEDA
Kini aku melangkah tak lagi meraba, karena ada engkau disampingku. Menjadi teman dalam hidupku setia mengantarku ,menunggu, dan pasrah akan kelakuanku. Lama telah aku sandarkan dalam bilik yang pengap ,bercampur tikus dan rerumputan rumah laba-laba.
Akulah ingi menjadi sang angin dari tepian pantai yang tidak terlihat tapi dapat menyejukkan setiap apa yang dilaluinya dan serta menerbangkan apa yang menghadangku untuk melangkah mencari arah yang tidak menentu. Demi satu tujuan yang tulus.
Aku siap mengantarkan kecepatan apa yang orang butuhkan kepadaku. Aku juga siap membantumu mencari apa yang kau mau. Bersama sepedaku dan niat tulusku membantumu mengarungi samudra kehidupan yang hanya sementara. Bersama sepeda tua aku menitih langkah mencari apa yang aku inginkan lewat sebuah kecepatan dalam mengali informasi tentang ilmu, cinta, teman dan kehidupan.
Dulu kehidupan serba apa adanya dalam mengali sebuah informasi. Bersama sepedaku, aku merasa tertemani dalam mengali sebuah informasi. Sepedaku teman dalam hidupku yang selalu disampingku, mengantarkan demi sebuah ilmu yang aku cari untuk masa depanku. Aku kadang bertanya”Mengapa engkau tidak pernah mengeluh padahal aku selalu memaksamu untuk penuhi hatiku”
Hidup itu perjuangan bagimana kita menjalaninya. Apakah gengsi ataukah malu akan kenyataan? Aku tidak pernah tunjukkan bahwa aku bisa, ada kecepatan lain yang lebih dariku untuk menanyakan sebuah informasi yang kita inginkan. Sepeda hanyalah teman yang mengantarkan demi sebuah kecepatan untuk suatu tujuan dan kesetiaanya menungguku demi sebuah ilmu yang aku cari.
Sepeda yang jelek bagi orang yang menganggapnya malu untuk mengantarkan demi sebuah kecepatan. Sepeda yang keren bagi orang yang menganggapnya itu penting untuk memupuk rasa percaya diri dalam mencari kecepatan untuk sebuah informasi tentang masa depan.
ASTREA HONDA 800 sepeda yang setia menemaniku mencari kecepatan untuk sebuah informasi demi mengarungi masa depan yang lebih baik.
Dikala sang surya terbangun dan perlahan melangkah melaksanakan tugasnya menyinari dunia. Aku dan sepedaku memulai pencarian untuk mengharap ridho dari TUHAN tentang apa yang diciptakan-NYA di bumi. Dengan cepat aku menggalinya bahkan sebelum sang surya terbangun. Dengan awal yang bagus mengharap akhir yang menyenangkan. Untuk sebuah kehidupan yang lebih baik dari sekarang. Aku hidup pada sebuah keluarga yang bisa dibilang ingin hidup serba apa adanya. Hidup dengan apa yang kita punya dari kita bekerja. Makan hari itu dengan menu yang selalu sama, dengan hati yang ikhlas. Tapi kadang aku mengeluh dengan apa yang aku dapatkan hari itu. Hari berganti hari seiring umur berganti umur aku mulai sadar akan kehidupan yang sesungguhan. “ Untung kita bisa makan hari ini dan kita harus syukuri semua itu esok tak akan mungkin Tuhan memberikan makan seperti hari ini maka oleh sebab itu aku tak akan sia-siakan apa yang aku dapatkn hari ini”
Kini aku mulai dewasa, seiring waktu yang berganti. Dan aku mulai mengerti akan datangnya cinta, meskipun cinta moyet sekalipun.
Kini aku sudah beranjak pada pendidikan SMA. Aku mulai mengenali lawan jenisku yaitu seorang wanita. Aku bisa di bilang seorang pendamba wanita. Jujur aku lebih suka mendamba daripada harus mencinta. Jika mencinta kita wajib menyatakan dan harus siap resiko diterima atau ditolak. Tapi jika mendamba itu lebih seru kawan karena kita dapat berpetualang di dalamnya kita bisa mengoleksi fotonya, mengirimi puisi cinta yang paling romantis, bahkan kita dapat bercanda ria hingga kelewat batas tanpa harus memikirkan bagaimana jika dia marah, angap dia teman kita.
Bersama sepeda aku memulai pencarian tentang sebuah masa depan dan cinta. Masa depan untuk kita hidup dengan ilmu dan masa depan untuk kita hidup dengan cinta. Melalui sebuah perjuangan kita akan dapatkan apa yang kita mau. Bersama teman sejati kita akan selalu merasa ada yang mendorong kita untuk melakukan hal yang positif. Melalui teman kita juga akan terjerumus ke dalam jurang kehidupan yang berbahaya. Maka pandai-pandailah dalam menyesuaikan.
Teman sejatiku adalah sepedaku yang senantiasa menemaniku mengukir langkah untuk sebuah kecepatan mengali masa depan. Mentari bahkan tidak pernah bosan membakar sebagian dedaunan pinggiran yang sejuk karena embun. Aku dan sepedaku menyertai dingin fajar itu mendahului sang mentari untuk menerangkan kebutaan dunia untuk kecepatan mencari kehidupan saat ini yang lebih baik.
Disetiap aku melangkah, aku kadang berhenti sejenak dan berfikir” Ingin Jadi Apa Aku Sekarang” hingga aku menulis sesuatu tentang kehidupan demi untuk motivasi masa depan khususnya aku sendiri, temanku, keluarga bahkan orang lain.


INGIN JADI APA AKU
Hitam dan kelabu dimalam sunyi
Dipenuhi taburan gemerlap bintang
Aku merenung dalam kesendirian
Aku ingin jadi apa sekarang!
Kala aku bisa menerawang
Cita-cita yang aku dambakan
Aku akan lari mengejarnya
Dan mempagar rapat kebodohan
Aku ingin terbang mengejar impian
Untuk meraih harapan
Tapi itu hanyalah angan
Ingin jadi apa aku sekarang
Belaian tanya aku jawab dengan senyuman
Merenung dalam kegelapan
Ingin jadi apa aku sekarang!
PNS,Pegawai bank,atau hanya bisa berangan
Aku tak bisa
Aku teriak, aku membentak!!
Pada lautan, pada rumput ilalang
Semuanya hanya diam tak menghiraukanku
Bersujud pilu pada ibu
Hingga tubuhku layu
Maafkan aku ibu!
Aku orang tak berguna bagi bangsa dan negara

Tapi semangatku tak pernah padam dalam mengukir langkah demi masa depan yang lebih baik dengan sepeda dan kecepatan niat untuk sebuah masa depan yang terang dan sejahtera.
Melalui cinta aku juga mendapatkan sebuah kerling cahaya kehidupan yang melatih tanggung jawab atas orang lain yang kita sayangi. Bersama sepeda aku mendapatkan kecepatan untuk lakukan apapun dalam meraih cita-citaku.
Aku hiraukan meski lem kemalasan masih merekat mata. Dan aku siap melangkah demi hari ini dalam meraih sebuah kecepatan tentang masa depan. Aku rela tersentak bangun demi sebuah masa depan, itu semua tergantung pada pikiran yang selalu ingat akan kesadaran ”YOU CAN IF YOU THINK YOU CAN” kata yang pernah disampaikan seoarang guru padaku disekolah.

Dari mana aja

blogger web statistics
Literature W3 Directory - the World Wide Web Directory